Twitter Delicious 'Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Selasa, 20 Maret 2012

Pentingnya Penerapan Etika dan Profesionalisme dalam dunia TIK

PENGERTIAN ETIKA


Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno : ethikos yang mempunyai arti timbul dari kebiasaan adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualaitas yang menjadi studi mengenai standar dan pilihan moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk dan tanggung jawab. Etika diperlukan untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. 

Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika).

PENGERTIAN PROFESIONALISME

Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris "Profess", yang dalam bahasa Yunani adalah "Επαγγελια", yang bermakna: "Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen".
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer, teknik , dan desainer. 
Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Seorang profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan seusai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah. Meskipun begitu, seringkali seseorang yang merupakan ahli dalam suatu bidang juga disebut "profesional" dalam bidangnya meskipun bukan merupakan anggota sebuah entitas yang didirikan dengan sah. Sebagai contoh, dalam dunia olahraga terdapat olahragawan profesional.
Sedangkan profesionalisme  adalah sikap seseorang yang melaksanakan jasa atau layanan, yang sesuai dengan Job Descryption, protokol dan peraturan, dalam bidang yang dijalaninya atau diberikan, serta dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Sifat profersionalisme dibutuhkan demi terciptanya iklim kerja yang membuat semuanya nyaman dan suasana saling membantu satu dengan yang lainya. Dan tujuan akhirnya adalah suksesnya agenda atau program kerja yang dilaksanakan.

MENGAPA ETIKA PENTING ?
1. Bersifat universal
2. Menentukan keberlangsungan peradaban manusia
3. Selalu relevan sepanjang masa
4. Sangat berperan bagi kemajuan suatu bangsa
5. Mempertanyakan kewajiban manusia sebagai “manusia”
6. Etika AN menentukan reformasi birokrasi. 

MENGAPA  PROFESIONALISME PENTING ?
Dalam suatu organisasi memerlukan anggota-anggota atau pegawai-pegawai yang profesional dibidangnya masing-masing. Dengan adanya profesionalisme ini mereka dapat memunculkan inovasi-inovasi yang brilian yang tentunya dapat memajukan organisasi tersebut. Sebagai contoh, pegawai staff IT di sebuah perusaan. Mereka dapat merancang sistem yang mudah dioperasikan dan efisien untuk menghasilkan output. Hal ini dapat menekan waktu produksi dan biaya yang digunakan, sehingga organisasi tersebut mendapatkan profit yang maksimal dari output yang dihasilkan. 

PERANAN ETIKA DALAM PROFESI : 
  • Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang, atau segolongan orang saja, tetapi milik setiap kelompok masyarakat, bahkan kelompok yang paling kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa.  Dengan nilai-nilai etika tersebut, suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama. 
  • Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau  masyarakat umumnya maupun dengan sesama anggotanya, yaitu masyarakat profesional.  Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya. 
  •  Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi), sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. Sebagai contohnya adalah pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan, demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian  klinik super spesialis di daerah mewah, sehingga masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya. 

KODE ETIK PROFESI 

Kode yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu berita, keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi.  Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis. 

Kode etik ; yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.

MENURUT UU NO. 8 (POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN) 
Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru.  Sudah lama diusahakan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu.  Salah satu contoh tertua adalah ; SUMPAH HIPOKRATES, yang dipandang sebagai kode etik pertama untuk profesi dokter. Dengan membuat kode etik, profesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untuk mewujudkan nilai-nilai moral yang dianggapnya hakiki.

SANKSI PELANGGARAN KODE ETIK : 
a. Sanksi moral 
b. Sanksi dikeluarkan dari organisasi 

TUJUAN KODE ETIK PROFESI : 
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi. 
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota. 
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi. 
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. 
6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. 
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. 
8. Menentukan baku standarnya sendiri.

Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah : 
  1.  Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. 
  2.  Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. 
  3.  Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.  Etika profesi sangatlah dibutuhkan dlam berbagai bidang.

sumber :







Jumat, 16 Maret 2012

Mencari lokasi dengan Google Earth

Pada kali ini saya mencoba mencari tahu lokasi kosan saya dengan Google earth, berikut adalah hasil pencarian saya.


Pertama buka aplikasi Google Earth yang ada di desktop



Kemudian lokasi yang ingin di cari pada kolom pencarian
(Lihat tanda merah pada gambar ! ! !) 



Berikut adalah hasil pencarian lokasi yang di cari



Akhir nya lokasi kosan saya ditemukan (Horeeeeee ! ! !)
(Lihat tanda merah pada gambar ! ! !)



Hasil pembesaran dari kosan saya
(Lihat tanda merah pada gambar ! ! !) 



Akhir nya lokasi yang dicari ditemukan. Dengan memakan bandwidth yang sangat besar untuk mencari kosan saya di google earth.




Terima kasih



Selasa, 06 Maret 2012

Penulisan artikel yang baik dan merivew semua tulisan

Sebuah artikel dikatakan baik jika, artikel tersebut merupakan karya sendiri dan tidak diambil dari orang lain. dibuat berdasarkan pengalaman atau hal yang di alami oleh orang tersebut tanpa di palgiat dari sumber atau orang lain. Di dalam membuat artikel harus terdapat paragraf pembukaan, isi dan penutup. Yang mengulas tentang artikel atau tulisan yang di buat. Dalam penulisan kali ini saya akan meriview semua tulisan yang ada di blog, apakah sudah sesuai atau belum dengan syarat penulisan artikel yang baik.

Dilihat dari semua artikel yang telah dimuat dalam blog ini, dapat dikatakan bahwa hampir semua tulisan adalah diambil dari sumber yang sudah ada dan di tulis ulang. Kemudian ditambahkan beberapa kalimat agar terlihat berbedah dari sumber yang sebelumnya, dan kebanyakan hanya dibuat seadanya tanpa menggunakan sistematika yang baik dan benar. Hanya di copy dan di salin ulang kembali tanpa menciptakan sebuah artikel yang baik dan baru. Hanya beberapa tulisan saja yang benar-benar dibuat berdasarkan apa yang di alami oleh penulis atau artikel yang di buat benar-benar asli tanpa di ambil dari sumber manapun. Serta terkadang penggunaan waktu yang tidak baik dalam menulis artikel, dalam hal tidak menggunakan waktu yang di tentukan dengan baik. 

Solusi yang harus dilakukan adalah kedepan harus menggunakan waktu yang telah di tentukan dengan baik, dan tulisan yang di tulis benar-benar haruslah baik dan tidak di salin semuanya dari sumber yang asli. Kalau pun demikian harus diambil kesimpulan dan garis besar dari artikel yang mau diambil dan di salin kembali berdasarkan cara berpikir dari yang mau membuat artikel. Dan memperhatikan cara penulisan artikel yang baik dan membuar artikel yang sebaik dan semenarik mungkin tanpa menyalin dari artikel yang sudah ada. Dan yang paling panting menciptakan artikel yang benar-benar bermanfaat. 

Rabu, 28 Desember 2011

Fragmentasi Data

Fragmentasi : relasi dipartisikan ke dalam beberapa bagian, setiap bagian disimpan
pada lokasi yang berbeda.

Ada beberapa hal yang terlibat dalam penyimpanan relasi pada database terdistribusi di antaranya fragmentasi data. Fragmentasi data memisahkan relasi ke dalam beberapa fragment. Tiap-tiap fragment disimpan pada site yang berbeda. Pemisahan relasi global ke dalam fragment-fragment dapat disusun dengan menggunakan tiga jenis yang berbeda dari fragmentasi yaitu : fragmentasi horizontal, fragmentasi vertikal, dan fragmentasi campuran.

Beberapa peraturan yang harus diikuti ketika mendefinisikan fragment :

Kondisi lengkap.
Seluruh data dari relasi global harus dipetakan ke dalam fragment. Fragmentasi tidak akan terjadi jika sebuah data item yang dimiliki oleh relasi global, tidak dimiliki oleh beberapa fragment.

Kondisi penyusunan kembali.
Harus selalu mungkin untuk menyusun kembali tiap-tiap relasi global dari fragmentfragmentnya. Hanya fragment-fragment yang disimpan dalam database terdistribusi yang dapat membangun relasi global kembali melalui operasi penyusunan kembali jika diperlukan.

Kondisi disjoin.
Kondisi ini sangat berguna terutama untuk fragmentasi horizontal, sementara untuk fragmentasi vertikal kondisi ini kadang-kadang dilanggar.

Jenis-Jenis Fragmentasi Data

1. Fragmentasi Horizontal.
                   Fragmentasi horizontal berisikan tuple-tuple yang dipartisi dari sebuah relasi global ke dalam sejumlah subset r1, r2, ... , rn. Tiap-tiap subset berisikan sejumlah tuple dari r. Tiap-tiap tuple dari r harus memiliki satu fragment, sehingga relasi yang asli dapat disusun kembali. Sebuah fragment dalam fragmentasi horizontal dapat didefinisikan sebagai sebuah seleksi pada relasi global r. Oleh karena itu sebuah predikat Pi digunakan untuk menyusun fragment ri seperti berikut :
                                             ri = σi(r)
Penyusunan kembali dari relasi r dapat diperoleh dengan mengambil gabungan dari
seluruh fragment :
                                                n
                                             r = U ri
                                               i=1

2. Fragmentasi Vertikal
             Dalam fragmentasi vertikal, tiap-tiap fragment ri didefinisikan sebagai :
                                           ri = πi(r)
             Relasi global dapat disusun kembali dari fragment-fragment dengan mengambil natural join:
                                    = r1 r2 r ..... rn
             Fragmentasi vertikal disempurnakan dengan menambahkan sebuah atribut yang disebut tuple identifier (tuple-id) ke dalam skema r. Sebuah tuple-id adalah sebuah alamat logik dari sebuah tuple. Tiap-tiap tuple dalam r harus memiliki sebuah alamat yang unik, atribut tuple-id sebagai kunci untuk penambahan skema.

             Kunci tersebut akan direplikasikan ke dalam seluruh fragment dengan tujuan untuk penyusunan kembali relasi global. Kita dapat melihat bahwa dalam fragmentasi vertikal motivasi utama untuk memiliki fragment-fragment yang disjoin adalah tidak sepenting dalam fragmentasi horizontal.

3. Fragmentasi Campuran

Relasi r (global) dibagi-bagi ke dalam sejumlah relasi fragment r1, r2, r3, ..., rn. Tiap-tiap fragment diperoleh sebagai hasil baik dari skema fragmentasi horizontal ataupun skema fragmentasi vertikal pada relasi r, atau dari sebuah fragment r yang diperoleh sebelumnya.

Cara yang sederhana untuk membangun fragmentasi campuran sebagai berikut :
1. Menggunakan fragmentasi horizontal pada fragmentasi vertikal.
2. Menggunakan fragmentasi vertikal pada fragmentasi horizontal.

Contoh : Relasi Deposit
Deposit-Scheme(branch_name, account_number, customer_name, balance)

sumber : http://ade.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.0


Keuntungan dan Kerugian Database Terdistribusi

a. Keuntungan-keuntungan dari database terdistribusi

1. Pengawasan distribusi dan pengambilan data
Jika sejumlah site yang berbeda dihubungkan satu sama lain, lalu seorang pemakai yang berada pada satu site dapat mengakses data yang tersedia pada site lain. Sebagai contoh : sistem distribusi pada sebuah bank memungkinkan seorang pemakai pada salah satu cabang dapat mengakses data cabang lain.

2. Reliability dan availability
Sistem distribusi dapat terus menerus berfungsi dalam menghadapi kegagalan dari site individu atau mata rantai komunikasi antar site. Misal : jika site-site gagal dalam sebuah sistem distribusi, site-site lainnya dapat
melanjutkan operasi jika data telah direplikasi pada beberapa site

3. Kecepatan pemrosesan query
Jika sebuah query melibatkan data pada beberapa site, memungkinkan membagi query ke dalam sub query yang dapat dieksekusi dalam bentuk paralel oleh beberapa site. Perhitungan secara paralel mempercepat pemrosesan dari seorang pemakai query

4. Otonomi lokal
Pendistribusian sistem mengizinkan sekelompok individu dalam sebuah perusahaan untuk melatih pengawasan lokal melalui data mereka sendiri. Dengan kemampuan ini dapat mengurangi ketergantungan pada pusat pemrosesan.

5. Efisien dan fleksibel
Data dalam sistem distribusi dapat disimpan dekat dengan titik di mana data tersebut dipergunakan. Data dapat secara dinamik bergerak atau disalin, atau salinannya dapat dihapus.

b. Kerugian-kerugian dari database terdistribusi

1. Harga software yamg mahal
Hal ini disebabkan sangat sulit untuk membuat sistem database distribusi

2. Kemungkinan kesalahan lebih besar
Site-site yang termasuk dalam sistem distribusi beroperasi secara paralel sehingga menjadi lebih sulit untuk menjamin kebenaran dari algoritma. Adanya kesalahan mungkin tak dapat diketahui

3. Biaya pemrosesan tinggi
Perubahan pesan-pesan dan penambahan perhitungan dibutuhkan untuk mencapai koordinasi antar site.
Dalam memilih sebuah disain untuk sistem database, perancang harus mengimbangi keuntungan dan kerugian dari database terdistribusi.

FUNGSI SISTEM ANALIS

  •  FUNGSI SISTEM ANALIS :
1. Mengidentifikasikan masalah - masalah dari pemakai / user
2. Menyatakan secara spesifik sasaran yg harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user
3. Memilih alternatif - alternatif metode pemecahan masalah
4. Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dgn permintaan user
  •  TUGAS -TUGAS UMUM DARI SISTEM ANALIS :
1. Mengumpulkan & menganalisis formulir, dokumen , file yg berkaitan dgn sistem yg berjalan.
2. Menyusun dan menyajikan laporan perbaikan (rekomendasi ) dari sistem yg berjalan kepada user.
3. Merancang suatu sistem perbaikan dan mengidentifikasikan aplikasi -aplikasi untuk penerapannya pada komputer.
4. Menganalisis & menyusun biaya-biaya & keuntungan dari sistem yg baru
5. Mengawasi semua kegiatan dalam penerapan sistem yg baru.

  •  TUGAS -TUGAS TEKNIK DARI SISTEM ANALIS :
1. Menyiapkan gambaran kerja dalam menerapkan sistem baru.
2. Menyusun prosedur-prosedur untuk pengawasan.
3. Menyusun data flow diagram (DFD), Structured Analysis and Design Technique (SADT), dan sistem flowchart untuk merancang sistem baru secara detail.
4. Merancang pola pengawasan terhadap data yg bersifat sangat penting
5. Menyusun file-file utk digunakan dalam komputer, agar sistem baru dapat berjalan efektif.
6. Merancang bentuk input/output agar mudah dibaca oleh user
7. Menyusun dokumentasi tentang pekerjaan yg dilakukan oleh sistem analis dlm merancang sistem yg baru.

  •  PRIBADI SISTEM ANALIS
1. Mampu bekerja sama
2. Mampu berkomunikasi dengan baik
3. Mempunyai sopan santun
4. Mempunyai pendirian yang tegas
5. Mampu bersikap dewasa
6. Mampu bersikap tegas
7. Dapat bertindak secara metodik
8. Dapat bersikap akurat dalam memperhitungkan biaya-biaya
9. Mempunyai sifat kreatif

  •  5 TAHAP LANGKAH KERJA SISTEM ANALIS
1. Tahap Mengidentifikasikan masalah kebutuhan user
2. Tahap Melaksanakan studi kelayakan
3. Tahap Analisis dan rancang sistem
4. Tahap Penerapan sistem
5. Tahap Evaluasi dan pemeliharaan

sumber : http://avi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.4

KLASIFIKASI SISTEM

Suatu sistem dapat diklasifikasikan sebagai:
  •  Sistem ABSTRAK (Abstract system )
Sistem ini merupakan sistem yang tidak tampak secara fisik, karena hanya berupa pemikiran atau ide-ide. Contoh : Sistem Teologia yang merupakan suatu sistem yang menggambarkan hubungan Tuhan dengan manusia


  •  Sistem FISIK (Physical system)
Sistem fisik merupakan sistem yang tampak secara fisik sehingga setiap mahluk dapat melihatnya.
Contoh : Sistem Komputer, Sistem Akuntansi, Sistem Produksi
  •  Sistem ALAMIAH (Natural system)
Sistem alamiah ini adalah sistem yang terjadi dari proses - proses alam dalam arti tidak dibuat oleh manusia.
Contoh : Sistem Geologi : sungai, pegunungan ,Sistem Solar : galaxy, tata surya
  •  Sistem buatan manusia (Human made system)
Sistem ini merupakan sistem yg dirancang & didisain oleh manusia.
Contoh : Sistem Informasi - manusia - komputer
              Man - machine system / human-machine system
              Interaksi antara manusia dan mesin
  •  Sistem Deterministik (Deterministic System )
Sistem yg beroperasi dengan tingkah laku yg dapat diramalkan disebut sistem deterministik . Interaksi antar tiap-tiap bagian dapat dideteksi, sehingga outputnya juga dapat diramalkan.
Contoh : Sistem Komputer

  •  Sistem Tak Tentu (Probabilistic System )
Sistem ini adalah sistem dimana kondisi masa depannya tak dapat diramalkan karena mengandung probabilitas.
Contoh : Sistem Manusia
  •  Sistem Tertutup (closed system)
Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sebenarnya didunia ini tidak ada sistem yg benar-benar tertutup. Yang ada hanyalah sistem yang secara relatif tertutup (relatively closed system )
  •  Sistem Terbuka (open system)
Sistem ini kebalikan dari sistem tertutup, karena sistem terbuka adalah sistem yg berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungannya. Oleh sebab itu sistem ini harus mempunyai suatu sistem pengendalian (control system) yang baik, agar yg masuk hanya pengaruh - pengaruh yang baik saja.
Contoh : sistem kebudayaan Indonesia


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates