Twitter Delicious 'Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Rabu, 28 Desember 2011

Fragmentasi Data

Fragmentasi : relasi dipartisikan ke dalam beberapa bagian, setiap bagian disimpan
pada lokasi yang berbeda.

Ada beberapa hal yang terlibat dalam penyimpanan relasi pada database terdistribusi di antaranya fragmentasi data. Fragmentasi data memisahkan relasi ke dalam beberapa fragment. Tiap-tiap fragment disimpan pada site yang berbeda. Pemisahan relasi global ke dalam fragment-fragment dapat disusun dengan menggunakan tiga jenis yang berbeda dari fragmentasi yaitu : fragmentasi horizontal, fragmentasi vertikal, dan fragmentasi campuran.

Beberapa peraturan yang harus diikuti ketika mendefinisikan fragment :

Kondisi lengkap.
Seluruh data dari relasi global harus dipetakan ke dalam fragment. Fragmentasi tidak akan terjadi jika sebuah data item yang dimiliki oleh relasi global, tidak dimiliki oleh beberapa fragment.

Kondisi penyusunan kembali.
Harus selalu mungkin untuk menyusun kembali tiap-tiap relasi global dari fragmentfragmentnya. Hanya fragment-fragment yang disimpan dalam database terdistribusi yang dapat membangun relasi global kembali melalui operasi penyusunan kembali jika diperlukan.

Kondisi disjoin.
Kondisi ini sangat berguna terutama untuk fragmentasi horizontal, sementara untuk fragmentasi vertikal kondisi ini kadang-kadang dilanggar.

Jenis-Jenis Fragmentasi Data

1. Fragmentasi Horizontal.
                   Fragmentasi horizontal berisikan tuple-tuple yang dipartisi dari sebuah relasi global ke dalam sejumlah subset r1, r2, ... , rn. Tiap-tiap subset berisikan sejumlah tuple dari r. Tiap-tiap tuple dari r harus memiliki satu fragment, sehingga relasi yang asli dapat disusun kembali. Sebuah fragment dalam fragmentasi horizontal dapat didefinisikan sebagai sebuah seleksi pada relasi global r. Oleh karena itu sebuah predikat Pi digunakan untuk menyusun fragment ri seperti berikut :
                                             ri = σi(r)
Penyusunan kembali dari relasi r dapat diperoleh dengan mengambil gabungan dari
seluruh fragment :
                                                n
                                             r = U ri
                                               i=1

2. Fragmentasi Vertikal
             Dalam fragmentasi vertikal, tiap-tiap fragment ri didefinisikan sebagai :
                                           ri = πi(r)
             Relasi global dapat disusun kembali dari fragment-fragment dengan mengambil natural join:
                                    = r1 r2 r ..... rn
             Fragmentasi vertikal disempurnakan dengan menambahkan sebuah atribut yang disebut tuple identifier (tuple-id) ke dalam skema r. Sebuah tuple-id adalah sebuah alamat logik dari sebuah tuple. Tiap-tiap tuple dalam r harus memiliki sebuah alamat yang unik, atribut tuple-id sebagai kunci untuk penambahan skema.

             Kunci tersebut akan direplikasikan ke dalam seluruh fragment dengan tujuan untuk penyusunan kembali relasi global. Kita dapat melihat bahwa dalam fragmentasi vertikal motivasi utama untuk memiliki fragment-fragment yang disjoin adalah tidak sepenting dalam fragmentasi horizontal.

3. Fragmentasi Campuran

Relasi r (global) dibagi-bagi ke dalam sejumlah relasi fragment r1, r2, r3, ..., rn. Tiap-tiap fragment diperoleh sebagai hasil baik dari skema fragmentasi horizontal ataupun skema fragmentasi vertikal pada relasi r, atau dari sebuah fragment r yang diperoleh sebelumnya.

Cara yang sederhana untuk membangun fragmentasi campuran sebagai berikut :
1. Menggunakan fragmentasi horizontal pada fragmentasi vertikal.
2. Menggunakan fragmentasi vertikal pada fragmentasi horizontal.

Contoh : Relasi Deposit
Deposit-Scheme(branch_name, account_number, customer_name, balance)

sumber : http://ade.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.0


Keuntungan dan Kerugian Database Terdistribusi

a. Keuntungan-keuntungan dari database terdistribusi

1. Pengawasan distribusi dan pengambilan data
Jika sejumlah site yang berbeda dihubungkan satu sama lain, lalu seorang pemakai yang berada pada satu site dapat mengakses data yang tersedia pada site lain. Sebagai contoh : sistem distribusi pada sebuah bank memungkinkan seorang pemakai pada salah satu cabang dapat mengakses data cabang lain.

2. Reliability dan availability
Sistem distribusi dapat terus menerus berfungsi dalam menghadapi kegagalan dari site individu atau mata rantai komunikasi antar site. Misal : jika site-site gagal dalam sebuah sistem distribusi, site-site lainnya dapat
melanjutkan operasi jika data telah direplikasi pada beberapa site

3. Kecepatan pemrosesan query
Jika sebuah query melibatkan data pada beberapa site, memungkinkan membagi query ke dalam sub query yang dapat dieksekusi dalam bentuk paralel oleh beberapa site. Perhitungan secara paralel mempercepat pemrosesan dari seorang pemakai query

4. Otonomi lokal
Pendistribusian sistem mengizinkan sekelompok individu dalam sebuah perusahaan untuk melatih pengawasan lokal melalui data mereka sendiri. Dengan kemampuan ini dapat mengurangi ketergantungan pada pusat pemrosesan.

5. Efisien dan fleksibel
Data dalam sistem distribusi dapat disimpan dekat dengan titik di mana data tersebut dipergunakan. Data dapat secara dinamik bergerak atau disalin, atau salinannya dapat dihapus.

b. Kerugian-kerugian dari database terdistribusi

1. Harga software yamg mahal
Hal ini disebabkan sangat sulit untuk membuat sistem database distribusi

2. Kemungkinan kesalahan lebih besar
Site-site yang termasuk dalam sistem distribusi beroperasi secara paralel sehingga menjadi lebih sulit untuk menjamin kebenaran dari algoritma. Adanya kesalahan mungkin tak dapat diketahui

3. Biaya pemrosesan tinggi
Perubahan pesan-pesan dan penambahan perhitungan dibutuhkan untuk mencapai koordinasi antar site.
Dalam memilih sebuah disain untuk sistem database, perancang harus mengimbangi keuntungan dan kerugian dari database terdistribusi.

FUNGSI SISTEM ANALIS

  •  FUNGSI SISTEM ANALIS :
1. Mengidentifikasikan masalah - masalah dari pemakai / user
2. Menyatakan secara spesifik sasaran yg harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user
3. Memilih alternatif - alternatif metode pemecahan masalah
4. Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dgn permintaan user
  •  TUGAS -TUGAS UMUM DARI SISTEM ANALIS :
1. Mengumpulkan & menganalisis formulir, dokumen , file yg berkaitan dgn sistem yg berjalan.
2. Menyusun dan menyajikan laporan perbaikan (rekomendasi ) dari sistem yg berjalan kepada user.
3. Merancang suatu sistem perbaikan dan mengidentifikasikan aplikasi -aplikasi untuk penerapannya pada komputer.
4. Menganalisis & menyusun biaya-biaya & keuntungan dari sistem yg baru
5. Mengawasi semua kegiatan dalam penerapan sistem yg baru.

  •  TUGAS -TUGAS TEKNIK DARI SISTEM ANALIS :
1. Menyiapkan gambaran kerja dalam menerapkan sistem baru.
2. Menyusun prosedur-prosedur untuk pengawasan.
3. Menyusun data flow diagram (DFD), Structured Analysis and Design Technique (SADT), dan sistem flowchart untuk merancang sistem baru secara detail.
4. Merancang pola pengawasan terhadap data yg bersifat sangat penting
5. Menyusun file-file utk digunakan dalam komputer, agar sistem baru dapat berjalan efektif.
6. Merancang bentuk input/output agar mudah dibaca oleh user
7. Menyusun dokumentasi tentang pekerjaan yg dilakukan oleh sistem analis dlm merancang sistem yg baru.

  •  PRIBADI SISTEM ANALIS
1. Mampu bekerja sama
2. Mampu berkomunikasi dengan baik
3. Mempunyai sopan santun
4. Mempunyai pendirian yang tegas
5. Mampu bersikap dewasa
6. Mampu bersikap tegas
7. Dapat bertindak secara metodik
8. Dapat bersikap akurat dalam memperhitungkan biaya-biaya
9. Mempunyai sifat kreatif

  •  5 TAHAP LANGKAH KERJA SISTEM ANALIS
1. Tahap Mengidentifikasikan masalah kebutuhan user
2. Tahap Melaksanakan studi kelayakan
3. Tahap Analisis dan rancang sistem
4. Tahap Penerapan sistem
5. Tahap Evaluasi dan pemeliharaan

sumber : http://avi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.4

KLASIFIKASI SISTEM

Suatu sistem dapat diklasifikasikan sebagai:
  •  Sistem ABSTRAK (Abstract system )
Sistem ini merupakan sistem yang tidak tampak secara fisik, karena hanya berupa pemikiran atau ide-ide. Contoh : Sistem Teologia yang merupakan suatu sistem yang menggambarkan hubungan Tuhan dengan manusia


  •  Sistem FISIK (Physical system)
Sistem fisik merupakan sistem yang tampak secara fisik sehingga setiap mahluk dapat melihatnya.
Contoh : Sistem Komputer, Sistem Akuntansi, Sistem Produksi
  •  Sistem ALAMIAH (Natural system)
Sistem alamiah ini adalah sistem yang terjadi dari proses - proses alam dalam arti tidak dibuat oleh manusia.
Contoh : Sistem Geologi : sungai, pegunungan ,Sistem Solar : galaxy, tata surya
  •  Sistem buatan manusia (Human made system)
Sistem ini merupakan sistem yg dirancang & didisain oleh manusia.
Contoh : Sistem Informasi - manusia - komputer
              Man - machine system / human-machine system
              Interaksi antara manusia dan mesin
  •  Sistem Deterministik (Deterministic System )
Sistem yg beroperasi dengan tingkah laku yg dapat diramalkan disebut sistem deterministik . Interaksi antar tiap-tiap bagian dapat dideteksi, sehingga outputnya juga dapat diramalkan.
Contoh : Sistem Komputer

  •  Sistem Tak Tentu (Probabilistic System )
Sistem ini adalah sistem dimana kondisi masa depannya tak dapat diramalkan karena mengandung probabilitas.
Contoh : Sistem Manusia
  •  Sistem Tertutup (closed system)
Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sebenarnya didunia ini tidak ada sistem yg benar-benar tertutup. Yang ada hanyalah sistem yang secara relatif tertutup (relatively closed system )
  •  Sistem Terbuka (open system)
Sistem ini kebalikan dari sistem tertutup, karena sistem terbuka adalah sistem yg berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungannya. Oleh sebab itu sistem ini harus mempunyai suatu sistem pengendalian (control system) yang baik, agar yg masuk hanya pengaruh - pengaruh yang baik saja.
Contoh : sistem kebudayaan Indonesia


SCM

Apa yang dimaksud dengan SC?

Sebuah rangkaian atau jaringan perusahaan-perusahaan yang bekerja secara bersama-samauntuk membuat dan menyalurkan produk atau jasa kepada konsumen akhir. Rangkaian atau jaringan ini terbentang dari penambang bahan mentah (di bagian hulu) sampai retailer / toko (pada bagian hilir).

Dalam sebuah SC terdapat tiga aliran:
• Material
• Informasi
• Dan Uang / dana.

Supply Chain Management

Supply chain management adalah manajemen terhadap aliran antar dan diantara tahapan supply chain untuk
memaksimalkan profitabilitas keseluruhan supply chain.

Tantangan dalam Mengelola Supply Chain

• Kompleksitas Struktur Supply Chain
– Melibatkan banyak pihak dengan kepentingan yang berbeda-beda (bertentangan?)
– Perbedaan bahasa, zona waktu dan budaya antar perusahaan

• Ketidakpastian
– Ketidakpastian permintaan
– Ketidakpastian pasokan: lead time pengiriman, harga dan kualitas bahan baku, dll
– Ketidakpastian internal: kerusakan mesin, kinerjamesin yang tidak sempurna, ketidakpastian kualitas produksi dll

sumber : http://wsilfi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.24

SI E-BUSINESS 

      Revolusi bisnis yang melahirkan era e-bisnis dewasa ini ditandai dengan terintegrasinya peralatan komputer dan telekomunikasi sehingga skala jangkauan jaringan informasi yang terbentuk dapat mencapai jarak yang sangat luas bahkan lintas negara dan benua.
         Penerapan internet dalam sejumlah bidang usaha bisnis merupakan strategi jitu dalam menembus pasar global dan mendekatkan perusahaan kepada para konsumen baik lokal maupun manca negara. Melalui internet seakan-akan perusahaan membuka tempat transaksi bagaikan cabang atau outlet kecil yang tersebar di berbagai lokasi. Konsumen dari berbagai belahan dunia dapat langsung mengakses situs web nya dan melakukan transaksi.

E-business

         Bisnis secara elektronik (e-business) merupakan suatu istilah yang digunakan untuk memberi nama pada kegiatan bisnis yang dilakukan melalui internet. Kegiatan ini dapat dilakukan secara on-line meliputi pemasaran, promosi, public relation, transaksi, pembayaran dan penjadualan pengiriman barang.
         E-business merupakan peluang usaha baru yang menjanjikan hasil yang besar. M-business (mobile business) merupakan e-business yang diakses melalui berbagai tempat sesuai dengan mobilitas pengaksesannya. I-business (interactive business) merupakan sistem e-business yang interaktif berbasis multimedia.

Tantangan Membangun SI E-Business

1. Tantangan strategi bisnis : bagaimana perusahaan merumuskan dan menuangkan strategi bisnis yang andal. Strategi khusus untuk memenangkan pasar misalnya strategi harga, strategi produk, distribusi, teknologi dsb.

2. Tantangan globalisasi : perusahaan lokal yang masuk ke pasar global harus memahami seluk beluk bisnis dalam lingkungan ekonomi global. Lingkup pasar menjadi luas, perbedaan platform (bahasa, budaya, politik dsb) dapat menjadi sumber permasalahan dan ancaman kerugian yang tidak kecil. Bahkan mungkin menghambat pengembangan aliran informasi.

3. Tantangan arsitektur informasi : tantangan globalisasi mendorong perusahaan sampai pada keputusan untuk mengembangkan arsitektur informasi standar yang dapat memanfaatkan infrastruktur TI guna mendukung tujuan bisnisnya.

4. Tantangan investasi : harus mampu merumuskan visi dan anggaran untuk berinvestasi TI dengan skala yang luas.

5. Tantangan kemampuan untuk merespon dan mengontrol : agar SI yang dibentuk mudah dipahami, dioperasikan dan dikontrol dan mampu memberikan respon yang cepat dan tepat

6. Tantangan operasional : perlu mendapat perhatian yang serius dan hati-hati dari pengelola perusahaan yang ingin mengembangkan ASI dengan skala yang luas yang mendukung terbentuknya SI e-business.

7. Tantangan komunikasi : SDM merupakan sumber daya yang penting bagi keberhasilan pembangunan SI pada umumnya dan SI e-business khususnya.

Merancang Strategi Sistem Informasi E-business

Strategi itu tidak hanya berupa strategi bisnis, melainkan juga melibatkan strategi TI.
  • Strategi perlu disusun dengan cermat karena disusun untuk menjawab tantangan bisnis seperti kompetitor pada satu jenjang atau kompetitor kecil lainnya, produk substitusi dan tuntutan konsumen.
  • Strategi juga berfungsi untuk mengelola sumber daya yang terbatas jumlahnya guna meningkatkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba. SI e-business yang dibangun harus terdefinisi secara jelas dan terinci tentang model bisnis yang akan diterapkan, alur pergerakan data dan informasi, jenis dan model informasi serta penentuan hak akses informasi tsb.
  • Strategi TI meliputi penentuan hardware dan software baik sistem maupun aplikasinya.
  • Strategi manajemen informasi meliputi pengelolaan aset baik tenis maupun sumber daya manusia yang ada. Termasuk penentuan akses sistem, pembuatan sistem password dan validitasnya.




Tahap-Tahap Pembangunan SI (Abdul Kadir)

VISI DASAR

Untuk membangun SI, pebisnis harus memiliki visi yang kuat, karena visi berfungsi memberi arah dari suatu proses. Banyak pemula dalam SI salah persepsi menentukan visi. Membangun SI bukan hanya mengkomputerisasi prosedur tradisional di dalam perusahaan yang kemudian dihubungkan ke jaringan komputer dan internet. Visi pembangunan SI lebih dari itu, meliputi :

1. Adanya keinginan yang kuat dan konsistensi untuk membangun aliran data dan informasi yang lancar, sistematis, sederhana dan akurat, mampu memberikan respon, mengolah dan menghasilkan keluaran yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan kontrol manajemen bagi pihak manejerial.

2. Pembangunan jaringan komputer yang mampu mengalirkan data dan informasi dari berbagai terminal yang melayani transaksi menuju ke pusat pengolahan data dan mendistribusikan hasil pengolahan ke departemen terkait dengan cepat, aman dan akurat

3. Perluasan jaringan kerja dan pasar melalui pembangunan SI e-business, dimana supplier, rekanan kerja dan konsumen dapat melakukan hubungan dan transaksi bisnis dengan mobilitas tinggi

4. Mempersiapkan diri memasuki era persaingan global melalui pembangunan SI berbasis peraturan standar internasional.

Tahap Pembentukan SI

Membentuk SI tidak mudah dan memerlukan beberapa tahapan, meliputi :

1. Membangun sistem pemrosesan transaksi melalui pembangunan kantor elektronik seoptimal mungkin

2. Membangun SIM berbasis jaringan komputer yang akan mengolah DB perusahaan, menghasilkan laporan-laporan dan grafik-grafik serta mendistribusikan kepada pihak pengambil keputusan dalam perusahaan dengan tepat waktu dan akurat. SIM ini akan menyehatkan aliran informasi di dalam perusahaan

3. Membangun SPK untuk mengolah DB, untuk membantu para pimpinan dalam menentukan alternatif keputusan manajerial.

4. Mengembangkan SI yang bersifat lintas platform, yaitu SI yang mampu menjembatani perbedaan antar platform SI bisnis yang akan bergabung satu sama lain.

Kegagalan SI

Harapan untuk mencapai sukses dari pembangunan sistem bisnis tsb. tentu akan
merasuki setiap pembuatnya, tetapi para pembuat harus menyadari adanya
potensi kegagalan. Adapun faktor kegagalan, a.l :

1. Kebanyakan orang memandang Si adalah hal yang paling utama dan penting, sementara mereka melupakan komitmen dan konsistensi terhadap materi informasi, produk dan respon layanan kepada konsumen

2. Pengelola perusahaan merasa bahwa pembangunan SI merupakan tugas dan kewajiban departemen TI sehingga segala sesuatu bahkan yang sifatnya kebijakan, diserahkan sepenuhnya ke departemen TI yang notabene orang teknik dan bukan perumus strategi perusahaan

3. Konsentrasi ahli SI sering lebih terarah pada penggunaan teknologi TI terbaru dan kemudahan bagi dirinya dalam melakukan pemrograman daripada penyusunan prosedur pengolahan data yang valid dan jitu sehingga pemakai sering mengalami kesulitan dalam pengoperasian sistem karena mereka harus menyesuaikan dengan kemauan pembuat sistem

4. Interface SI seringkali kurang interaktif, komunikatif, dan agak sulit digunakan oleh pemakai karena interface sering dibangun berdasarkan selera dan kemampuan bahasa pembuatnya

5. Seluruh komponen perusahaan masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi terhadap perubahan SI tradisional menjadi berbasis TI.

sumber : http://wsilfi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.24


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates