Twitter Delicious 'Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Rabu, 09 November 2011


Perbedaan Pendekatan Terstruktur dan Berbasis Objek

1. pendekatan Terstruktur
Pendekatan secara terstruktur adalah mengenalkan penggunaan alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem yang terstruktur. Teknik terstruktur, merupakan pendekatan formal untuk memecahkan masalah-masalah dalam aktivitas bisnis menjadi bagian-bagian kecil yang dapat diatur dan berhubungan untuk kemudian dapat disatukan kembali menjadi satu kesatuan yang dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah. Tujuan pendekatan terstruktur adalah agar pada akhir pengembangan perangkat lunak dapat memenuhi kebutuhan user, dilakukan tepat waktu, tidak melampaui anggaran biaya, mudah.

Ciri-ciri utama yang mendukung pendekatan terstruktur;
1)      dilakukan secara iterasi
2)      merancang berdasar modul
3)      bekerja dengan pendekatan top-down
4)      dilakukan secara iterasi
5)      kegiatan dilakukan secara paralel

Pendekatan terstruktur ini berbasis pada metodologi, tool pemodelan, dan teknik dari pendekatan terstruktur. Dibagi menjadi dua yaitu, Pendekatan berorientasi proses dan Pendekatan berorientasi data. Tujuan kedua pendekatan ini adalah untuk mengidentifikasikan semua atribut data yang dibutuhkan oleh sistem yang dibangun. Yang berorientasi proses dikerjakan dengan memeriksa semua input, output dan proses untuk sistem. Sedangkan berorientasi data memeriksa keputusan2 yang dibuat sistem dan kemudian bekerja ke belakang untuk mengidentifikasikan data yang dibutuhkan untuk mendukung keputusan tersebut. Pendekatan berorientasi proses ini bekerja sangat baik jika professional sistem mengetahui lebih lanjut tentang input, proses dan output yang dihasilkan dari sistem. Juga akan baik jika data dari setiap kumpulan aplikasi dipisahkan.

2. Pendekatan Berbasis Objek
Pendekatan berorientasi objek adalah cara baru dalam memikirkan suatu masalah dengan menggunakan model yang dibuat menurut konsep sekitar dunia nyata. Dasar pembuatan adalah objek, yang merupakan kombinasi antara struktur data dan perilaku dalam satu entitas.
Analisis Berorientasi Objek memiliki lima aktivitas utama dalam pendekatannya, yaitu:
1)      Menentukan Kelas-&-Objek
2)      Identifikasi Struktur
3)      Identifikasi Subyek
4)      Menentukan Atribut
5)      Menentukan Metoda

Terdapat tujuh macam tujuan dan keuntungan dari Analisis Berorientasi Objek, yaitu :
1.    Menangani lebih banyak problem domain. Analisis Berorientasi Objek memberikan kemudahan untuk memahami inti permasalahan.
2.    Analisis Berorientasi Objek mengorganisasi analisis dan spesipikasi dengan metode yang digunakan cara berfikir manusia.
3.    Mengurangi jarak antara aktivitas analisis yang berbeda dengan membuat atribut dan    metode menjadi satu kesatuan.
4.    Pewarisan dapat memberikan identifikasi sesuatu yang umum pada atribut dan metoda.
5.    Menjaga stabilitas atas perubahan kebutuhan pada sistem yang sama.
6.    Hasil analisis dapat digunakan kembali
7.    Penggambaran yang konsisten dari sistem, pada tahap analisis dan desain.

Sumber :

Hasil Analisa :

Perbedaan pendekatan terstruktur dan berbasis objek

Pada pendekatan terstruktur Konsep mengarah pada sistem yang ideal, berorientasi ke masa dating, Mengurangi ketergantungan pada disainer. Sedangkan pada pendekatan berbasis objek Dekomposisi obyek, memungkinkan seorang analis untuk memcah masalah menjadi pecahan-pecahan masalah dan bagian-bagian yang dimanage secara terpisah, memungkinkan adanya standarisasi obyek yang akan memudahkan memahami desain dan mengurangi resiko pelaksanaan proyek.
Kekurangan pada pedekatan terstruktur berorientasi utama pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan non-fungsional. Sedangkan kekurangan pada pendekatan berbasis objek menggunakan konsep reuse. Reuse merupakan salah satu keuntungan utama yang menjadi alasan digunakannya OOAD. Namun demikian, tanpa prosedur yang emplisit terhadap reuse, akan sangat sliit untuk menerapkan konsep ini pada skala besar (Hantos, 2005).









Minggu, 23 Oktober 2011

LAYANAN TELEMATIKA

 

1. Layanan Telematika dibidang Informasi

 

Penggunaan teknologi telematika dan aliran informasi harus selalu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat. Wartel dan Warnet memainkan peranan penting dalam masyarakat. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan "e-commerce" bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi. Untuk melayani lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.

 

2. Layanan Telematika di bidang Keamanan

 Layanan telematika juga dimanfaatkan pada sector-sektor keamanan seperti yang sudah dijalankan oleh Polda Jatim yang memanfaatkan TI dalam rangka meningkatkan pelayanan keamanan terhadap masyarakat. Kira-kira sejak 2007 lalu, membuka layanan pengaduan atau laporan dari masyarakat melalui SMS dengan kode akses 1120. Selain itu juga telah dilaksanakan sistem online untuk pelayanan di bidang Lalu Lintas. Polda Jatim memiliki website di http://www.jatim.polri.go.id, untuk bisa melayani masyarakat melalui internet. Hingga kini masih terus dikembangkan agar dapat secara maksimal melayani masyarakat. Bahkan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polda Jatim sudah banyak memanfaatkan fasilitas website ini dan sangat bermanfaat dalam menangani kasus-kasus yang sedang terjadi dan lebih mudah dalam memantau setiap perkembangan kasus atau laporan, baik laporan dari masyarakat maupun laporan internal untuk Polda Jatim sendiri. Bukan hanya penanganan kasus kejahatan semata, tapi juga termasuk laporan terkait lalu lintas, intelijen, tindak pidana ringan (tipiring) di masyarakat, pengamanan untuk pemilu, termasuk laporan bencana alam. Masyarakat juga bisa menyampaikan uneg-uneg atau opini mengenai perilaku dan layanan dari aparat kepolisian melalui email atau website. 

 

3. Layanan Context Aware dan Event-Based

Di dalam ilmu komputer menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness. Context-awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user.

Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu: 

a. The acquisition of context
Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.

b. The abstraction and understanding of context
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.

c. Application behaviour based on the recognized context
Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.


4. Layanan Perbaikan Sumber

Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umumnya.


Kebutuhan akan SDM dapat dilihat dari bidang ekonomi dan bidang politik, yaitu :
Dilihat dari bidang ekonomi
Pengembangan telematika ditujukan untuk peningkatan kapasitas ekonomi, berupa peningkatan kapasitas industry produk barang dan jasa.
Dilihat dari bidang politik
Bagaimana telematika memberikan kontribusi pada pelayanan public sehingga menghasilkan dukungan politik.
Dari kedua bidang tersebut diatas kebutuhan terhadap telematika akan dilihat dari dua aspek, yaitu :
1. Pengembangan peningkatan kapasitas industry.
2. Pengembangan layanan publik.


sumber : 

http://resty-pumpfh.blogspot.com/2009/12/layanan-telematika.html

http://chebii.wordpress.com/2011/10/13/layanan-telematika-telematics-service 

Arsitektur Telematika 

           Telematika adalah kepanjangan dari Telekomunikasi dan informatika. Di dalam Telematika ini terdapat Arsitektur. Arsitektur didalam bidang telematika ini dapat diartikan sebagai, faktor pendukung telekomunikasi dan informatika. Atau secara luas dapat diartikan dengan apa saja yang dibuutuhkan untuk menunjang suatu telekomunikasi dan informatika ini. 

Arsitektur telematika dilihat dari sisi client dan server  :


Menurut Wikipedia pengertian client dan server adalah Klien-server atau client-server merupakan sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak: pihak klien dan pihak server.

Dalam model klien/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen klien dan komponen server. Komponen klien juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen klien dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna. Komponen klien tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya dalam bentuk request terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server. Komponen server akan menerima request dari klien, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada klien. Klien pun menerima informasi hasil pemrosesan data yang dilakukan server dan menampilkannya kepada pengguna, dengan menggunakan aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna.

Sistem client server didefinisikan sebagai solusi-solusi baru ini memberikan penghantaran aplikasi tingkat lanjut, koneksi data center, dan kemampuan campus network kelas enterprise termasuk arsitektur yang dibutuhkan untuk membangun jaringan generasi berikutnya.

  •  Arsitektur Client / server
Ciri-ciri :
·         Menggunakan LAN untuk mendukung Jaringan PC
·         Masing –masing PC memiliki penyimpanan tersendiri
·         Berbagi hardware dan software 




sumber : 
http://efankhonghucu.blogspot.com/2011/10/pengantar-telematika.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Klien-server

Senin, 10 Oktober 2011

Syarat Pembuatan sebuah Website yang baik


Berikut kiat-kiat membuat web site yang baik
  1. Isi
    Yang pertama-tama  dipikirkan adalah apa yang ingin ditampilkan dalam web. Apakah itu company profile, atau  berita, atau koleksi gambar.
  2. Struktur menu
    Setelah tahu apa yang akan ditampilkan baru kemudian dirancang menu-menunya. Menu-menu nanti yang akan menjadi navigasi untuk mengarahkan pengunjung supaya mudah menemukan informasi yang perlu ia dapatkan.
  3. Disain
    Supaya pengunjung merasa nyaman browsing di website anda, anda harus membuat supaya web anda cantik. Pilihan warna-warna juga perlu dilakukan supaya mata yang melihatnya enak. Flash juga perlu, tapi dijaga supaya tidak terlalu ramai.
  4. Mudah diindex oleh mesin pencari /search engine
    Cara pembuatan HTML file juga perlu diperhatikan supaya search engine seperti Google mudah mengindex sehingga calon pelanggan yang sedang melakukan searching di Google mudah menemukan web anda sehingga anda mempunyai peluang mendapat pelanggan baru.
  5. Ukuran file
    Ukuran file juga harus diperhatikan supaya pengunjung cepat melihat web anda. Kalau terlalu menunggu, pengunjung akan meninggalkan web anda dan pindah ke tempat lain.
  6. Pemasaran
    Harus ada pemasaran yang efisien sehingga web anda dikenal orang. Ini bisa dilakukan secara offline maupun online. Jika dananya terbatas maka lakukan dengan online, jika dananya cukup lakukan gabungan pemasaran offline dan online. Untuk online lakukan dengan SEO (Search Engine Optimization), sehingga website anda mudah ditemukan melalui Google
  7. Offline marketing tool
    Website yang dihasilkan harus bisa disimpan dalam versi CD sehingga bisa dipakai sebagai Company Profile CD atau Product Catalog CD. CD ini juga bisa dipakai sebagai presentation tool untuk team sales dan marketing.

Sumber : http://www.prowebpro.com/articles/membuat_website_yang_baik.php

Jumat, 07 Oktober 2011

Trend Kedepan Telematika


      Pada prinsipnya berbagai jenis usaha di dunia telematika dapat di pilah-pilah menjadi berbagai usaha yang sifatnya modular tidak terlalu tergantung satu dengan lainnya. Beberapa servis seperti NIC servis & CA/RA/PKI servis memang merupakan servis pendukung yang sifatnya tidak terlalu profit-oriented, akan tetapi tidak bisa di pisahkan dari usaha yang didukungnya.

Ada lima (5) kelompok besar segmen industri jasa yang di identifikasi yaitu:

1.      Infrastruktur Telekomunikasi (biasanya resiko bisnis paling besar)
2.      Infrastruktur Internet (biasanya resiko bisnis sedang & rendah)
3.      Hosting service (biasanya resiko bisnis rendah)
4.      Transaction type service (biasanya resiko bisnis rendah).
5.      Content / knowledge producer (biasanya resiko bisnis rendah).

Ada tiga (3) hal utama yang akan menentukan kehidupan / tingkat kompetisi maupun kontrol pemerintah di jenis usaha yang dipilih, tiga (3) hal tersebut adalah:

  • Tingkat resiko bisnis.
  • Kontrol kualitas. 
  • Tanggung jawab sosial (menjamin proses cross subsidi 

     Adapun contoh industri dari masing-masing segmen beserta perkiraan tingkat resiko bisnisnya dapat dilihat pada contoh di bawah ini sebagai:

  • Infrastruktur Telekomunikasi (resiko tinggi).
    1. Jaringan tetap lokal;
    2. Jaringan tetap sambungan langsung jarak jauh;
    3. Jaringan tetap sambungan internasional;
    4. Jaringan tetap tertutup.
    5. Jaringan bergerak terestrial;
    6. Jaringan bergerak seluler;
    7. Jaringan bergerak satelit.
    8. Interkoneksi antar jaringan (wajib).
  • Infrastruktur Internet.
    1. Warung Internet (resiko sangat rendah).
    2. Internet Service Provider (resiko sedang).
    3. Internet Network Provider (resiko sedang).
    4. Internet Telephony Service Provider (resiko sedang).
    5. Internet Exchange (wajib).
  • Hosting service.
    1. Webhosting (resiko rendah).
    2. FTP server (resiko rendah).
    3. Mail (resiko rendah).
  • Transaction type service.
    1. E-commerce B2C (resiko sedang).
    2. E-commerce B2B (resiko sedang).
    3. E-commerce C2C (resiko sedang).
    4. Portal (resiko sedang).
  • Content / knowledge producer.
    1. Media online (resiko sedang).
    2. Digital library (resiko rendah).
    3. Pendidikan jarak jauh (resiko rendah).
    4. Production House (resiko sedang).
    5. Training center (resiko rendah)

Sumber : kambing.ui.ac.id/.../trend-ke-depan-usaha-Telematika-08-2000.rtf

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates